patofisiologi
sebelum kita mengetahui askep dan diagnosa keperawatan maka kita harus mengetahui patofisiologi atau proses dari suatu penyaki
etiologi (hormonal,stres,genetik,bakteri) –> masa pubertas –> Hormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea –> kelenjar sebasea membesar dan mensekresikan sebum –> sebum merembas naik hingga puncak folikel rambut –> mengalir keluar pada pemukaan kulit –> duktus pilosebaseus tersumbat sebum –>lesi obstruktif –>di latasi folikel sebasea dampaknya dibagi 2 yaitu : 1. penipisan dinding folikular 2.
–>penipisan dinding folikular –> pecah –>isi folikular keluar dan mengiritasi dermis –> lesi baru –>infeksi berulang
–>risiko infeksi
–> mikro komedo dibagi 2 yaitu :
–> komedo terbuka, hitam akibat akumulasi lipid, bakteri dan debris epitel
–> komedo tertutup –>perembasan isi folikel ke dermis –> inflamasi –lesi akne
dampak lesi akne di bagi 3:
–>papula eritematosa \\
====> gangguan integritas kuli, gangguan citra tubuh, ansietas
–> kista inflamatorik //
–> pustyla
Diagnosa Keperawatan
- Gangguan citra tubuh berhubungan dengan inflamasi lesi akne.
- Ansietas berhubungan dengan lesi akne.
- Gangguan integritas kulit yang ditandai dengan adanya papula eritematosa, pustule, dan kista inflamatorik.
- Risiko infeksi berhubungan dengan infeksi bakteri kulit.
- Kurang pengetahuan berhubungan dengan faktor pemicu dan perawatan akne.
askep jerawat yaitu:
- Gangguan citra tubuh berhubungan dengan inflamasi lesi akne.
- Dorong klien untuk menyatakan perasaan tentang penyakitnya pertahankan pendekatan positif, hindari ekspresi menghina atau reaksi berubah mendadak.
- Bersikap realitis dan positif selama pengobatan, pada penyuluhan kesehatan.
2. Ansietas berhubungan dengan lesi akne.
- Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan.
- Berikan lingkungan terbuka dimana pasien merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau
3. Gangguan integritas kulit yang ditandai dengan adanya papula eritematosa, pustule, dan kista inflamatorik.
- pada klien bahwa pengobatan biasanya memerlukan waktu 4-6 minggu atau lebih.
- Dorong klien untuk menghindari semua bentuk friksi (menggaruk, mengutik –ngutik dengan tangan, dll) anjurkan klien untuk menghindari krim kulit apap
4. Risiko infeksi berhubungan dengan infeksi bakteri kulit.
- Tekankan klien untuk tidak memijat jerawat atau mengotak-ngatiknya.
- Pertahankan personal hygiene, terutama pada area tangan
5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan faktor pemicu dan perawatan akne.
- Tekankan pada klien bahwa masalah yang dihadapinya tidak berhubungan dengan ketidakbersihan, kesalahan makan, aktivitas seksual, ataupun kesalahan konsep lainnya yang sering dijumpai.
- Informasikan mengenai obat-obat oral serta topical beserta efek sampingnya yang potensial.



good