<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Health For All&#187; Kuliah</title>
	<atom:link href="http://cupu.web.id/category/kuliah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cupu.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 10:35:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ginjal Manusia, Penyakit dan Penanganannya</title>
		<link>http://cupu.web.id/ginjal-manusia-penyakit-dan-penanganannya-2/</link>
		<comments>http://cupu.web.id/ginjal-manusia-penyakit-dan-penanganannya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 02:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cupu.web.id/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Apa fungsi ginjal kita ?
Kedua ginjal kita adalah organ penting yang melakukan berbagai fungsi  untuk menjaga darah tetap bersih dan seimbang secara kimiawi. Pemahaman  mengenai cara kerja ginjal dapat membantu kita menjaga kesehatan.
Ginjal kita adalah organ berbentuk lonjong, masing-masing berukuran  serupa dengan kepalan tangan. Organ tersebut terletak dekat pertengahan  punggung, pas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="aligncenter" title="ginjal" src="http://i586.photobucket.com/albums/ss308/indfyz/ginjal001.jpg" alt="ginjal" width="400" height="320" />Apa fungsi ginjal kita ?</strong></p>
<p>Kedua ginjal kita adalah organ penting yang melakukan berbagai fungsi  untuk menjaga darah tetap bersih dan seimbang secara kimiawi. Pemahaman  mengenai cara kerja ginjal dapat membantu kita menjaga kesehatan.</p>
<p>Ginjal kita adalah organ berbentuk lonjong, masing-masing berukuran  serupa dengan kepalan tangan. Organ tersebut terletak dekat pertengahan  punggung, pas di bawah kerangka tulang rusuk. Ginjal adalah mesin  pendaurulang yang canggih. Setiap hari, ginjal kita menguraikan kurang  lebih 200 liter darah untuk menyaring sekitar dua liter bahan ampas dan  air berlebihan. Bahan ampas dan air berlebihan menjadi air seni, yang  mengalir ke kandung kemih melalui pembuluh yang disebut ureter. Kandung  kemih kita menyimpan air seni sampai kita buang air kecil.</p>
<p>Bahan ampas dalam darah kita berasal dari penguraian jaringan aktif  secara normal dan dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh kita memakai  makanan untuk tenaga dan memperbaiki diri. Setelah tubuh kita sudah  mengambil apa yang dibutuhkan dari makanan, bahan ampas dikirim ke  darah. Bila ginjal kita tidak menghilangkannya, bahan ampas ini akan  bertumpuk dalam darah dan merusak tubuh kita.</p>
<p>Proses penyaringan terjadi di unsur sangat kecil di dalam ginjal kita  yang disebut nefron. Setiap ginjal mengandung kurang lebih sejuta  nefron. Dalam nefron, sebuah glomerulus – pembuluh darah yang sangat  kecil, atau kapiler – berjalin dengan pembuluh pengumpulan air seni yang  sangat kecil, yang disebut tubul. Penggantian kimia yang rumit terjadi,  dengan bahan ampas dan air keluar dari darah dan masuk ke sistem air  seni.</p>
<p>Pada awal, tubul tersebut menerima gabungan bahan ampas dan bahan kimia  yang masih berguna untuk tubuh kita. Ginjal kita membagikan bahan kimia  misalnya zat natrium, fosforus dan kalium, dan mengembalikan bahan  tersebut ke tubuh. Dengan cara ini, ginjal kita mengatur tingkat bahan  kimia tersebut di tubuh kita. Keseimbangan yang tepat dibutuhkan untuk  kehidupan, dan apabila berlebihan dapat berdampak buruk.</p>
<p>Selain menghilangkan bahan ampas, ginjal kita mengeluarkan tiga hormon  yang penting:<br />
• eritropoietin, atau EPO, yang merangsang sumsum tulang untuk membuat  sel darah merah<br />
• renin, yang mengatur tekanan darah<br />
• kalsitriol, bentuk aktif vitamin D, yang membantu menahan zat kalsium  untuk tulang, dan untuk keseimbangan kimia yang normal dalam tubuh</p>
<p><strong>Mengapa ginjal gagal?</strong></p>
<p>Sebagian besar penyakit ginjal menyerang nefron, mengakibatkan  kehilangan kemampuannya untuk menyaring. Kerusakan pada nefron dapat  terjadi secara cepat, sering sebagai akibat pelukaan atau keracunan.  Tetapi kebanyakan penyakit ginjal menghancurkan nefron secara perlahan  dan diam-diam. Kerusakan hanya tertampak setelah beberapa tahun atau  bahkan dasawarsa. Sebagian besar penyakit ginjal menyerang kedua buah  ginjal sekaligus.</p>
<p>Dua penyebab penyakit ginjal yang paling lazim adalah diabetes dan  tekanan darah yang tinggi. Bila ada keluarga kita mempunyai riwayat  masalah ginjal, kita mungkin berisiko penyakit ginjal.</p>
<p><strong>Nefropati diabetes</strong></p>
<p>Diabetes adalah penyakit yang menghambat penggunaan glukosa (gula) oleh  tubuh. Bila ditahan dalam darah dan tidak diuraikan, glukosa dapat  bertindak seperti racun. Kerusakan pada nefron akibat glukosa dalam  darah yang tidak dipakai disebut nefropati diabetes. Bila kita dapat  menahan tingkat glukosa dalam darah tetap rendah, kita dapat menunda  atau mencegah nefropati diabetes.</p>
<p><strong>Tekanan darah tinggi</strong></p>
<p>Tekanan darah yang tinggi dapat merusakkan pembuluh darah kecil dalam  ginjal. Pembuluh yang rusak tidak dapat menyaring bahan ampas dari darah  sebagaimana mestinya.</p>
<p>Dokter mungkin meresepkan obat darah tinggi. Obat darah tinggi disebut  penghambat enzim mengubah angiotensin (angiotensin-converting enzyme/ACE  inhibitor) dan penghalang reseptor angiotensin (angiotensin receptor  blocker/ARB) ditemukan lebih efektif untuk melindungi ginjal  dibandingkan obat lain yang mengurangi tekanan darah pada tingkat yang  sama. National Institutes of Health di AS mengusulkan orang dengan  diabetes atau fungsi ginjal yang rendah agar menahan tekanan darahnya di  bawah 130/80.<br />
<strong>Penyakit glomerular</strong></p>
<p>Beberapa jenis penyakit ginjal digolongkan dalam kategori ini, termasuk  penyakit autoimun, penyakit terkait infeksi, dan penyakit sklerotik.  Sesuai dengan namanya, penyakit glomerular menyerang pembuluh darah yang  sangat kecil (glomeruli) dalam ginjal. Penyakit glomerular primer yang  paling lazim termasuk nefropati selaput (membranous nephropathy),  nefropati IgA, dan glomerularsklerosis segmental fokal (focal segmental  glomerulosclerosis). Protein, darah, atau keduanya dalam ari seni sering  kali menjadi tanda pertama penyakit ini. Penyakit glomerular dapat  merusakkan fungsi ginjal secara perlahan. Pengaturan tekanan darah  adalah penting untuk semua penyakit ginjal. Pengobatan untuk penyakit  glomerular dapat termasuk obat penekan imun atau steroid untuk  mengurangi peradangan dan proteinuria (protein dalam air seni),  tergantung pada penyakit.</p>
<p><strong>Penyakit ginjal bawaan</strong></p>
<p>Beberapa penyakit ginjal berasal dari faktor bawaan, Contohnya, penyakit  ginjal polikistis (polycystic kidney disease/PKD) adalah kelainan  genetis dengan banyak kista tumbuh di ginjal. Kista PKD secara bertahap  dapat mengganti banyak massa ginjal, mengurangi fungsi ginjal dan  mengakibatkan kegagalan ginjal.</p>
<p>Beberapa masalah ginjal dapat tampak saat bayi masih berkembang dalam  kandungan. Contoh termasuk PKD autosomal recessive, bentuk PKD yang  jarang, dan masalah perkembangan lain yang mengganggu pembentukan nefron  secara normal. Tanda penyakit ginjal pada anak beragam. Seorang anak  mungkin bertumbuh sangat pelan, dapat sering muntah, atau mungkin  mengalami nyeri pada punggung atau pinggang. Beberapa penyakit ginjal  dapat “diam” selama beberapa bulan atau bahkan tahun.</p>
<p>Bila anak kita mempunyai penyakit ginjal, dokter anak seharusnya  menemukannya waktu pemeriksaan berkala. Tanda pertama masalah ginjal  mungkin tekanan darah tinggi, jumlah sel darah merah yang rendah  (anemia), atau darah atau protein dalam air seninya. Bila dokter  menemukan satu saja dari masalah ini, tes lanjutan mungkin  dibutuhkan,termasuk tes darah atau air seni tambahan, atau rontgen. Pada  beberapa kasus, dokter mungkin harus melakukan biopsi – mengambil  sepotong kecil dari ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop.</p>
<p>Beberapa penyakit ginjal bawaan mungkin baru terdeteksi setelah dewasa.  Jenis PKD yang paling umum dulu disebut sebagai “PKD dewasa” karena  gejala tekanan darah yang tinggi dan kegagalan ginjal baru muncul  setelah pasien berusia 20-an atau 30-an tahun. Tetapi dengan  perkembangan dengan teknologi diagnosis, sekarang dokter dapat menemukan  kista pada anak dan remaja sebelum muncul gejala.</p>
<p><strong>Penyebab penyakit ginjal yang  lain</strong></p>
<p>Keracunan dan trauma, misalnya pukulan berat langsung pada ginjal, dapat  mengakibatkan penyakit ginjal.</p>
<p>Beberapa obat, termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni ginjal bila  sering dipakai selama jangka waktu yang panjang. Produk yang  menggabungkan aspirin, asetaminofen, dan obat lain misalnya ibuprofen  ditemukan paling berbahaya untuk ginjal. Bila kita sering memakai obat  menawar nyeri, sebaiknya kita membahas dengan dokter untuk memastikan  bahwa tidak berisiko untuk ginjal kita.</p>
<p><strong>Bagaimana kegagalan ginjal  terjadi?</strong></p>
<p>Banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan kegagalan ginjal yang belum  dipahami secara penuh. Para peneliti masih meneliti bagaimana protein  dalam makanan dan tingkat kolesterol dalam darah mempengaruhi fungsi  ginjal.</p>
<p><strong>Kegagalan ginjal akut</strong></p>
<p>Beberapa masalah ginjal terjadi cepat, misalnya kecelakaan yang melukai  ginjal. Kehilangan banyak darah dapat menyebabkan kegagalan ginjal  secara tiba-tiba. Beberapa obat dan racun dapat menghentikan pekerjaan  ginjal. Penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba ini disebut sebagai  kegagalan ginjal akut (acute renal failure/ARF).</p>
<p>ARF dapat mengakibatkan kehilangan fungsi ginjal secara permanen. Tetapi  bila ginjal tidak dirusakkan secara berat, kegagalan ginjal ini mungkin  pulih.</p>
<p><strong>Penyakit ginjal kronis</strong></p>
<p>Namun, kebanyakan masalah ginjal terjadi secara perlahan. Kita dapat  mengalami penyakit ginjal yang “diam” selama bertahun-tahun. Kehilangan  fungsi ginjal secara bertahap ini disebut penyakit ginjal kronis  (chronic kidney disease/CKD). Orang dengan CKD dapat melanjut menjadi  kegagalan ginjal secara permanen. Mereka juga berisiko tinggi terhadap  kematian akibat stroke atau serangan jantung.</p>
<p><strong>Penyakit ginjal stadium akhir</strong></p>
<p>Kegagalan ginjal keseluruhan atau hampir keseluruhan secara permanen  disebut penyakit ginjal stadium akhir (end-stage renal disease/ESRD).  Orang dengan ESRD harus melakukan dialisis atau pencangkokan untuk  bertahan hidup.</p>
<p><strong>Apa tanda penyakit ginjal?</strong></p>
<p>Orang dengan penyakit ginjal stadium awal umumnya tidak merasa sakit  sama sekali.</p>
<p>Bila penyakit ginjal kita menjadi semakin berat, kita mungkin buang air  kecil lebih sering atau lebih jarang. Kita mungkin merasa lemas atau  gatal. Kita dapat kehilangan nafsu makan atau mengalami mual dan muntah.  Tangan dan kaki kita dapat bengkak atau menjadi mati rasa. Kita mungkin  mengantuk atau mengalami kesulitan dalam konsentrasi. Kulit kita dapat  menjadi berwarna lebih gelap. Kita mungkin kejang.</p>
<p><strong>Tes medis apa yang dipakai oleh  dokter untuk mendeteksi penyakit ginjal?</strong></p>
<p>Karena kita dapat mempunyai penyakit ginjal tanpa gejala, mungkin dokter  kita pertama kali mendeteksikan masalah melalui tes darah dan air seni  secara berkala. National Kidney Foundation di AS mengusulkan dilakukan  tiga tes sederhana untuk skrining penyakit ginjal: tekanan darah; tes  noda untuk protein atau albumin dalam air seni (proteinuria); dan  hitungan glomerular filtration rate (GFR) berdasarkan ukuran kreatinin  serum. Pengukuran nitrogen urea dalam darah (blood urea nitrogen/BUN)  menyediakan informasi lebih lanjut.</p>
<p><strong>Pengukuran tekanan darah</strong></p>
<p>Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit ginjal. Tekanan  darah yang tinggi juga dapat menjadi tanda bahwa ginjal kita sudah mulai  rusak. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah tekanan darah kita  ternyata tinggi adalah untuk minta tekanan diukur oleh petugas kesehatan  yang profesional dengan alat khusus. Hasilnya dicatat dalam dua angka.  Angka atas, yang disebut tekanan sistolik, menandai tekanan saat jantung  kita berdenyut. Angka bawah, yang disebut tekanan diastolik,  menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat antardenyut. Tekanan darah  kita dianggap normal bila tetap di bawah 120/80 (disebut sebagai “120  di atas 80”). NHLBI mengusulkan bahwa orang dengan penyakit ginjal  memakai semua terapi yang dibutuhkan, termasuk perubahan pada pola hidup  dan pengobatan, agar tekanan darah tidak melebihi 130/80.</p>
<p><strong>Mikroalbuminuria dan proteinuria</strong></p>
<p>Ginjal yang sehat menghilangkan bahan ampas dari darah tetapi protein  tetap ditinggalkan. Ginjal yang rusak dapat gagal memisahkan protein  darah yang disebut albumin dari bahan ampas. Pada awal, hanya sedikit  albumin mungkin bocor sampai ke air seni, kondisi yang disebut  mikroalbuminuria, sebuah tanda bahwa fungsi ginjal memburuk. Sebagaimana  fungsi ginjal semakin rusak, jumlah albumin dan protein lain dalam air  seni semakin meningkat, kondisi yang disebut proteinuria. Dokter mungkin  akan memakai dipstik sebagai tes untuk protein dalam contoh air seni  yang diambil di klinik. Warna dipstik menunjukkan keberadaan atau  ketidakberadaan proteinuria.</p>
<p>Sebuah tes untuk protein atau albumin dalam air seni yang lebih peka  mencakup tes laboratorium dan hitungan rasio protein:kreatinin atau  albumin:kreatinin. Tes ini harus dipakai untuk mendeteksikan penyakit  ginjal pada orang berisiko tinggi, terutama dengan diabetes. Bila tes  laboratorium kita menunjukkan tingkat protein yang tinggi, sebaiknya  dilakukan tes ulang 1-2 minggu kemudian. Bila tes kedua juga menunjukkan  tingkat protein yang tinggi, kita mempunyai proteinuria persisten, dan  membutuhkan tes lanjutan untuk mengukur fungsi ginjal.</p>
<p><strong>Glomerular Filtration Rate (GFR)  berdasarkan ukuran kreatinin</strong></p>
<p>GFR adalah hitungan yang menandai tingkat efisiensi penyaringan bahan  ampas dari darah oleh ginjal. Hitungan GFR yang umum membutuhkan  suntikan zat pada aliran darah yang kemudian diukur pada pengambilan air  seni 24 jam. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa GFR dapat  dihitung tanpa suntikan atau pengambilan air seni. Hitungan baru ini  hanya membutuhkan pengukuran tingkat kreatinin dalam contoh darah.</p>
<p>Kreatinin adalah bahan ampas dalam darah yang dihasilkan oleh penguraian  sel otot secara normal selama kegiatan. Ginjal yang sehat menghilangkan  kreatinin dari darah dan memasukkannya pada air seni untuk dikeluarkan  dari tubuh. Bila ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya, kreatinin  bertumpuk dalam darah.</p>
<p>Dalam laboratorium, darah kita akan dites untuk menentukan ada berapa  miligram kreatinin dalam satu desiliter darah (mg/dL). Tingkat kreatinin  dalam darah dapat berubah-ubah, dan setiap laboratorium mempunyai nilai  normal sendiri, umumnya 0,6-1,2mg/dL. Bila tingkat kreatinin sedikit di  atas batas atas nila normal ini, kita kemungkinan tidak akan merasa  sakit, tetapi tingkat yang lebih tinggi ini adalah tanda bahwa ginjal  kita tidak bekerja dengan kekuatan penuh. Satu rumusan untuk  mengestimasikan fungsi ginjal adalah menyamakan tingkat kreatinin  1,7mg/dL untuk kebanyakan laki-laki dan 1,4mg/dL untuk kebanyakan  perempuan sebagai 50% fungsi ginjal normal. Tetapi karena tingkat  kreatinin begitu berubah-ubah, dan dapat dipengaruhi oleh makanan,  hitungan GFR adalah lebih tepat untuk menentukan apakah kita mempunyai  fungsi ginjal yang rendah.</p>
<p>Hitungan GFR baru memakai ukuran kreatinin kita bersamaan dengan berat  badan, usia, dan nilai ditentukan untuk jenis kelamin dan ras. Beberapa  laboratorium dapat menghitung GFR saat tingkat kreatinin diukur, dan  memasukkannya pada laporan.</p>
<p><strong>Blood Urea Nitrogen (BUN)</strong></p>
<p>Darah kita mengangkat protein pada sel di seluruh tubuh kita. Setelah  sel memakai protein, sisa bahan ampas dikembalikan ke darah sebagai  urea, sebuah senyawa yang mengandung nitrogen. Ginjal yang sehat  menghilangkan urea dari darah dan memasukkannya ke air seni. Bila ginjal  kita tidak bekerja dengan baik, urea itu akan tetap dalam darah.</p>
<p>Satu desiliter darah normal mengandung 7-20mg urea. Bila BUN kita lebih  dari 20mg/dL, ginjal kita mungkin tidak bekerja dengan kekuatan penuh.  Penyebab lain BUN tinggi yang mungkin termasuk dehidrasi dan kegagalan  jantung.</p>
<p>Bila tes darah dan air seni menunjukkan kehilangan fungsi ginjal, dokter  mungkin akan mengusulkan tes tambahan untuk membantu menentukan  penyebab masalah.</p>
<p><strong>Tes tambahan untuk penyakit  ginjal</strong></p>
<p><strong>Gambar ginjal (renal imaging)</strong>. Menggambarkan ginjal dapat  dilakukan dengan ultrasound, CT scan, atau MRI scan. Alat ini paling  membantu untuk mencari pertumbuhan yang abnormal atau tersumbatnya  aliran air seni.</p>
<p><strong>Biopsi ginjal</strong>. Dokter mungkin ingin memeriksa sepotong kecil  jaringan ginjal kita dengan mikroskop. Untuk mengambil contoh jaringan  ini, harus dilakukan biopsi ginjal – tindakan yang dilakukan di rumah  sakit. Sebuah jarum kecil dimasukkan melalui kulit kita di belakang  ginjal. Jarum itu mengambil serat jaringan berukuran 1-2cm. Untuk  tindakan ini, kita harus tengkurap pada meja dan menerima pembiusan  lokal untuk mematirasakan kulit. Contoh jaringan akan membantu dokter  menentukan masalah di tingkat sel.</p>
<p><strong>Apa stadium penyakit ginjal?</strong></p>
<p>GFR kita adalah tanda terbaik untuk menunjukkan kesehatan ginjal. Pada  2002, National Kidney Foundation AS menerbitkan pedoman pengobatan yang  menetapkan lima stadium CKD berdasarkan ukuran GFR yang menurun. Pedoman  tersebut mengusulkan tindakan yang berbeda untuk masing-masing stadium  penyakit ginjal.</p>
<ul>
<li>Risiko CKD meningkat. GFR 90 atau lebih dianggap  normal. Bahkan dengan GFR normal, kita mungkin berisiko lebih tinggi  terhadap CKD bila kita diabetes, mempunyai tekanan darah yang tinggi,  atau keluarga kita mempunyai riwayat penyakit ginjal. Semakin tua kita,  semakin tinggi risiko. Orang berusia di atas 65 tahun dua kali lipat  lebih mungkin mengembangkan CKD dibandingkan orang berusia di antara 45  dan 65 tahun. Orang Amerika keturunan Afrika lebih berisiko  mengembangkan CKD.</li>
</ul>
<ul>
<li>Stadium 1: Kerusakan ginjal dengan GFR normal (90 atau  lebih). Kerusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum GFR mulai menurun.  Pada stadium pertama penyakit ginjal ini, tujuan pengobatan adalah  untuk memperlambat perkembangan CKD dan mengurangi risiko penyakit  jantung dan pembuluh darah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Stadium 2: Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada  GFR (60-89). Saat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan  memperkirakan perkembangan CKD kita dan meneruskan pengobatan untuk  mengurangi risiko masalah kesehatan lain.</li>
</ul>
<ul>
<li>Stadium 3: Penurunan lanjut pada GFR (30-59). Saat CKD  sudah berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi  semakin umum. Kita sebaiknya bekerja dengan dokter untuk mencegah atau  mengobati masalah ini.</li>
</ul>
<ul>
<li>Stadium 4: Penurunan berat pada GFR (15-29). Teruskan  pengobatan untuk komplikasi CKD dan belajar semaksimal mungkin mengenai  pengobatan untuk kegagalan ginjal. Masing-masing pengobatan membutuhkan  persiapan. Bila kita memilih hemodialisis, kita akan membutuhkan  tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah dalam lengan  agar siap menerima pemasukan jarum secara sering. Untuk dialisis  peritonea, sebuah kateter harus ditanam dalam perut kita. Atau mungkin  kita ingin minta anggota keluarga atau teman menyumbang satu ginjal  untuk dicangkok.</li>
</ul>
<ul>
<li>Stadium 5: Kegagalan ginjal (GFR di bawah 15). Saat ginjal  kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan  membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal.</li>
</ul>
<p>Selain memantau GFR, tes darah dapat menunjukkan apakah zat-zat tertentu  dalam darah kurang berimbang. Bila tingkat fosforus atau kalium mulai  naik, sebuah tes darah akan mendesak dokter untuk menangani masalah ini  sebelum mempengaruhi kesehatan kita secara permanen.</p>
<p><strong>Apa yang dapat kita lakukan terkait  penyakit ginjal?</strong></p>
<p>Sayangnya, penyakit ginjal kronis sering tidak dapat disembuhkan. Tetapi  bila kita pada stadium awal penyakit ginjal, kita mungkin dapat menahan  fungsi ginjal lebih lama dengan mengambil beberapa langkah tertentu.  Kita juga sebaiknya memastikan bahwa risiko serangan jantung dan stroke  dikurangi, karena pasien CKD rentan terhadap masalah ini.</p>
<ul>
<li>Jika  kita diabetes, mengawasi dan mengendalikan tingkat glukosa dalam darah  secara ketat. Bahas pengobatan terkini dengan dokter.</li>
</ul>
<ul>
<li>Hindari obat penawar nyeri yang dapat memperburuk penyakit  ginjal. Bahas dengan dokter sebelum mulai penggunaan obat atau jamu apa  pun.</li>
</ul>
<p><strong>Tekanan darah</strong></p>
<p>Orang dengan fungsi ginjal yang rendah (tingkat kreatinin dalam darah  yang tinggi, atau pengeluaran kreatinin yang rendah) harus mengendalikan  tekan darah, dan penghambat ACE atau ARB harus termasuk dalam  pengobatannya. Banyak orang membutuhkan dua atau lebih macam obat untuk  menahan tekanan darah di bawah 130/80. Obat diuretik adalah tambahan  penting pada penghambat ACE atau ARB.</p>
<p><strong>Diet</strong></p>
<p>Orang dengan fungsi ginjal yang rendah harus sadar bahwa beberapa bagian  dari diet yang normal dapat memperburuk kegagalan ginjal.</p>
<p><strong>Protein</strong>. Protein adalah penting untuk tubuh kita. Protein  membantu tubuh kita memperbaiki otot dan melawan penyakit. Kita  mendapatkan sebagian besar protein dari daging. Seperti dibahas di atas,  ginjal yang sehat menghilangkan bahan ampas dari darah tetapi  meninggalkan protein. Ginjal yang rusak tidak memisahkan protein dari  bahan ampas.</p>
<p>Beberapa dokter mengusulkan pasien untuk membatasi jumlah protein yang  dikonsumsi agar pekerjaan ginjalnya dikurangi. Tetapi kita tidak dapat  menghindari protein secara keseluruhan. Kita mungkin harus konsultasi  dengan ahli gizi untuk membentuk rencana pola makan yang tepat.</p>
<p><strong>Kolesterol</strong>. Satu masalah lagi yang mungkin terkait dengan  kegagalan ginjal adalah tingkat kolesterol yang terlalu tinggi dalam  darah. Tingkat kolesterol yang tinggi dapat disebabkan oleh konsumsi  makanan tinggi lemak.</p>
<p>Kolesterol dapat menumpuk pada dinding dalam di pembuluh darah. Tumpukan  ini meningkatkan beban pada jantung dalam memompa darah melalui  pembuluh dan dapat mengakibatkan serangan jantung dan stoke.</p>
<p><strong>Merokok</strong>. Merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit ginjal,  tetapi juga meningkatkan kematian akibat stroke dan serangan jantung  pada orang dengan CKD. Kita sebaiknya mencoba berhenti merokok.</p>
<p><strong>Zat natrium</strong>. Zat natrium adalah bahan kimia yang ditemukan pada  garam dan makanan lain. Natrium dalam makanan kita dapat meningkatkan  tekanan darah, jadi kita sebaiknya menghindari makanan yang mengandung  tingkat natrium yang tinggi.</p>
<p><strong>Zat kalium</strong>. Zat kalium adalah mineral yang ditemukan secara alami  di banyak buahan dan sayuran, misalnya jeruk, kentang, pisang, buah  kering, buncis kering dan kacang. Ginjal yang sehat mengatur tingkat zat  kalium dalam darah, dan membuang kelebihannya. Ginjal yang sakit  mungkin tidak berhasil menghilangkan kalium yang berlebih, dan dengan  fungsi ginjal yang sangat buruk, tingkat kalium yang tinggi dapat  mempengaruhi denyut jantung.</p>
<p><strong>Mengobati anemia</strong></p>
<p>Anemia terjadi karena darah tidak mempunyai cukup sel darah merah. Sel  ini adalah penting karena mereka mengangkat oksigen ke seluruh tubuh.  Bila kita anemia, kita akan merasa kelelahan dan kelihatan pucat. Ginjal  yang sehat membuat hormon EPO, yang merangsang tulang untuk membuat sel  darah merah. Ginjal yang sakit mungkin tidak mampu membuat EPO dalam  jumlah yang cukup. Kita mungkin membutuhkan suntikan EPO.</p>
<p><strong>Persiapan untuk penyakit ginjal  stadium akhir (ESRD)</strong></p>
<p>Sebagaimana penyakit ginjal kita berlanjut, kita harus mengambil  beberapa keputusan. Kita harus belajar mengenai pilihan untuk mengobati  ESRD agar kita dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang  lengkap dan benar antara hemodialisis, dialisis peritonea, dan  pencangkokan.</p>
<p><strong>Apa yang terjadi bila ginjal  kita gagal total?</strong></p>
<p>Kegagalan ginjal yang total dan yang tidak dapat dipulihkan kadang  disebut penyakit ginjal stadium akhir (ESRD). Bila ginjal kita berhenti  bekerja sama sekali, tubuh kita diisi dengan air tambahan dan bahan  ampas. Kondisi ini disebut uremia. Tangan dan kaki mungkin bengkak. Kita  akan merasa lelah dan lemas karena tubuh kita membutuhkan darah yang  bersih untuk berfungsi sebagaimana mestinya.</p>
<p>Uremia yang tidak diobati dapat mengarah pada kejang atau koma, dan  akhirnya akan mengakibatkan kematian. Bila ginjal kita berhenti bekerja  secara keseluruhan, kita akan membutuhkan dialisis atau pencangkokan  ginjal.</p>
<p><strong>Dialisis</strong></p>
<p>Dua bentuk dialisis utama adalah hemodialisis dan dialisis peritonea.  Pada hemodialisis, darah kita dialihkan melalui penyaringan yang  menghilangkan bahan ampas. Darah bersih dikembalikan ke tubuh kita.  Hemodialisis umumnya dilakukan pada pusat dialisis tiga kali seminggu  untuk 3-4 jam.</p>
<p>Pada dialisis peritonea, sejenis cairan dimasukkan pada perut. Cairan  ini menangkap bahan ampas dari darah kita. Setelah beberapa jam, cairan  ini yang mengandung bahan ampas tubuh kita dibuang. Kemudian, sekantong  cairan baru diinfus ke perut. Kita dapat melakukan dialisis peritonea  sendiri. Bila kita memakai dialisis peritonea yang berlangsung secara  terus-menerus sebagai rawat jalan (continuous ambulatory peritoneal  dialysis/CAPD), kita harus mengganti cairan empat kali sehari. Ada  bentuk dialisis peritonea lain, yang disebut dialisis peritonea  terus-menerus bersiklus (continuous cycling peritoneal dialysis/CCPD),  yang dapat dilakukan pada malam hari dengan alat yang mengosongkan dan  mengisi kembali perut secara otomatis.</p>
<p><strong>Pencangkokan</strong></p>
<p>Sebuah ginjal yang dapat disumbangkan oleh donor tanpa nama yang baru  saja meninggal atau dari orang yang masih hidup, umumnya sanak saudara.  Ginjal yang kita terima harus cocok dengan tubuh kita. Semakin mirip  ginjal baru dengan kita, semakin tidak mungkin sistem kekebalan tubuh  akan menolaknya. Sistem kekebalan tubuh kita melindungi kita dari  penyakit dengan melawan apa saja yang dianggap ‘asing’ atau bukan bagian  normal dari tubuh kita. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh kita  akan melawan dengan ginjal yang tampaknya terlalu ‘asing’. Kita akan  memakai obat khusus untuk membantu ‘menipu’ sistem kekebalan tubuh  sehingga ginjal yang dicangkok tidak ditolak.</p>
<p><strong>Harapan melalui riset</strong></p>
<p>Sebagaimana pemahaman kita mengenai penyebab kegagalan ginjal bertambah,  maka kemampuan kita untuk meramalkan dan mencegah penyakit ini juga  akan bertambah. Penelitian baru menunjukkan bahwa pengendalian diabetes  dan tekanan darah yang tinggi secara intensif dapat mencegah atau  menunda permulaan penyakit ginjal.</p>
<p>Di bidang genetik, para peneliti sudah mengenal dua gen yang menyebabkan  bentuk PKD yang paling lazim, dan mengetahui bahwa seseorang harus  mempunyai kelainan pada dua gen PKD1 untuk mengembangkan PKD. Para  peneliti juga menemukan bahwa ada gen di cacing bulat yang persis sama  dengan gen PKD1. Pengetahuan baru ini akan dipakai untuk mencari terapi  yang efektif untuk mencegah atau mengobati PKD.</p>
<p>Di bidang pencangkokan, obat baru untuk membantu tubuh kita menerima  jaringan asing meningkatkan kemungkinan ginjal yang dicangkok akan tetap  bertahan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Para ilmuwan juga  mengembangkan teknik baru untuk memicu toleransi untuk jaringan asing  pada pasien sebelum mereka menerima organ cangkokan. Teknik ini akan  menghilangkan atau mengurangi kebutuhan akan obat penekan kekebalan dan  dengan demikian mengurangi biaya dan kerumitan. Di masa depan, ada  harapan bahwa para ilmuwan dapat mengembangkan ginjal buatan untuk  pencangkokan.</p>
<p><strong>Garis dasar</strong></p>
<ul>
<li>Ginjal kita adalah orang penting yang membersihkan darah dan  menjaga keseimbangan darah kita secara kimia</li>
</ul>
<ul>
<li>Kelanjutan pada penyakit ginjal dapat diperlambat, tetapi  tidak selalu dapat dipulihkan</li>
</ul>
<ul>
<li>Penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) adalah kehilangan  fungsi ginjal secara keseluruhan</li>
</ul>
<ul>
<li>Dialisis dan pencangkokan dapat memperpanjang kehidupan  orang dengan ESRD</li>
<li>Diabetes dan tekanan darah yang tinggi adalah dua penyebab utama  kegagalan ginjal</li>
</ul>
<ul>
<li>Kita sebaiknya periksa ke spesialis penyakit ginjal secara  berkala bila kita mempunyai penyakit ginjal</li>
</ul>
<ul>
<li>Penyakit ginjal kronis (CKD) meningkatkan risiko serangan  jantung dan stroke</li>
</ul>
<ul>
<li>Bila kita mengalami penyakit ginjal stadium awal, kita  mungkin dapat melindungi sisa fungsi ginjal selama bertahun-tahun  dengan:</li>
</ul>
<p>•  mengawasi glukosa dalam darah<br />
•  mengawasi tekanan darah<br />
•  memakai diet protein rendah<br />
•  menjaga tingkat kolesterol yang sehat dalam darah<br />
•  memakai penghambat ACE atau ARB<br />
•  berhenti merokok</p>
<p>sumber:</p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3524474">Mengenal Ginjal Manusia &amp; Penyakit Serta Penanganannya</a> ditulis oleh <a href="http://www.kaskus.us/member.php?u=374268">volxyone</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cupu.web.id/ginjal-manusia-penyakit-dan-penanganannya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membebaskan Sumbatan Jalan Nafas Oleh Benda Asing dengan Manuver Helimlich</title>
		<link>http://cupu.web.id/membebaskan-sumbatan-jalan-nafas-oleh-benda-asing-dengan-manuver-helimlich/</link>
		<comments>http://cupu.web.id/membebaskan-sumbatan-jalan-nafas-oleh-benda-asing-dengan-manuver-helimlich/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 15:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anatomi dan Patofisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cupu.web.id/?p=1022</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengatasi obstruksi jalan nafas oleh benda asing dapat dilakukan maneuver Heimlich (hentakan subdiafragma abdomen) suatu hentakan yang menyebabkan peningkatan tekanan diafagma sehingga udara yang ada di paru-paru untuk keluar dengan cepat sehingga di haraplan mendorong atai mengeluarkan benda asing yang menyumbat jalan nafas.
Setiap hentakan harus di berikan dengan tujuan untuk menghilangkan obstruksi, mungkin dibutuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengatasi obstruksi jalan nafas oleh benda asing dapat dilakukan <strong>maneuver Heimlich</strong> (hentakan subdiafragma abdomen) suatu hentakan yang menyebabkan peningkatan tekanan diafagma sehingga udara yang ada di paru-paru untuk keluar dengan cepat sehingga di haraplan mendorong atai mengeluarkan benda asing yang menyumbat jalan nafas.</p>
<p>Setiap hentakan harus di berikan dengan tujuan untuk menghilangkan obstruksi, mungkin dibutuhkan pegulangan hentakan 6-10 kali untuk membersihkan jalan nafas. Pertimbangan penting dalan melakukan maneuver Heimlich adalah kemungkinan kerusakan pada organ-organ besar. Maneuver Heimlich pada korban sadar dengan posisi bediri atau duduk penolong harus berdiri dibelakang korban, melingkari pinggang korban dengan kedua tangan dan kemudian kepalkan satu tangan dan letakan satu sisi jempol kepalan tangan pada perut korban sedikit diatas pusar dan di bawah ujung sternum. Pegang erat dan kepalan tangan dengan tangan lainnya. Tekan kepalan tangan keperut denga hentakan uang cepat kearah atas. Setiap hemtakan harus terpisah dan dengan gerakan yang jelas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cupu.web.id/membebaskan-sumbatan-jalan-nafas-oleh-benda-asing-dengan-manuver-helimlich/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah berbahaya kalo Tersedak (chocking) ???</title>
		<link>http://cupu.web.id/apakah-berbahaya-kalo-tersedak-chocking/</link>
		<comments>http://cupu.web.id/apakah-berbahaya-kalo-tersedak-chocking/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 15:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anatomi dan Patofisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cupu.web.id/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Tersedak adalah tersumbatnya trakea seseorang oleh benda asing, muntah, darah atau cairan lain. Tersedak bias terjadi jika sumber udara tersumbat contoh pada klien tenggelam atau kepalanya ditutup plastic. Tersedak juga bias terjadi jika adaya benda asing disaluran nafas yang menhalangi udara masuk keparu-paru. Tersedak mungkin disebabkan oleh kelainan otot-otot volunteer dalam proses menelan khususnya pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Tersedak adalah</strong> tersumbatnya trakea seseorang oleh benda asing, muntah, darah atau cairan lain. Tersedak bias terjadi jika sumber udara tersumbat contoh pada klien tenggelam atau kepalanya ditutup plastic. Tersedak juga bias terjadi jika adaya benda asing disaluran nafas yang menhalangi udara masuk keparu-paru. Tersedak mungkin disebabkan oleh kelainan otot-otot volunteer dalam proses menelan khususnya pada klien dengan penyakit-penyakit (ototrangka) atau persarafannya yatiu penderit adermatomiiositis, miastenia grafis, distrofi otot, polio, kelumpuhan pseudobular dan kelainan otak dan sum-sum tulang belakang seperti penyakit Parkinson dan sklerosis lateral amiotropik. Tersedak merupakan salah satu gejala klini dari dispagia dan terjadi bila ada problem dari bagian proses menelan, misalnya kelemahan otot pipi atau lidah yang menyebabkan kesukaran untuk memindahkan makanan ke sekeliling mulut untuk dikunyah. Makan yang ukurannya sangat besar utuk ditelan akan masuk ke tenggorokkan dan menutup jalan nafas. Kedua, karena ketidak mampuan untuk memulai reflek menelan yang merupakan suatu rangsangan sehingga menyebabkan makanan dan cairan dapat melewati faring dengan aman, seperti adanya gangguan stroke, atau gangguan syaraf lain sehingga terjadi ketidakmampuan utnuk memulai gerakan otot yang dapat memindahkan makanan-makan dari mulut ke lambung. Ketiga, kelemahan otot-otot faring sehingga terjadi ketidak mampuan memindahkan keseluruhan makan ke lambung akibatnya sebagian makanan akan jatuh atau tertarik kedalam saluran nafas (trakea) yang menyebabkan infeksi pada paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika klien tidak segera ditolong bias terjadi henti nafas dan henti jantung serta dapat menimbulkan kematiaan. Sebagian orang pasti pernah tersedak. Walau kejadian ini dapat diatasi dengan sendirinya namun pada beberapa kasus terssedak dapat menumbulkan kematian, kematian ini dapt terjadi akibat terhambatnya jalur pernafasan. Proses menelan normal ini terjadi dalam waktu 2 detik. Namun pada usia lanjut, menelan yang merupakan aktivitas normal akan menjadi sebuah gangguan, apabila terdapat indikasi penyakit lain yang menyebabkan proses menelan menjadi tehambat.</p>
<p style="text-align: justify;">Gejala klini</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Tidak terdapat berbicara dan menjerit</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Terjadi sianosis akibat kekurangan oksigen</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Penderita nekat memegangi tenggorokannya</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Batuk melemah, dan pernafasan yang dipasakan menimbulka hempasan yang tinggi</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">Orang melakuakn salah satu diatas dan merekapun tidak sadar</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cupu.web.id/apakah-berbahaya-kalo-tersedak-chocking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pendidikan kesehatan pada penderita skizofrenia</title>
		<link>http://cupu.web.id/pendidikan-kesehatan-pada-penderita-skizofrenia/</link>
		<comments>http://cupu.web.id/pendidikan-kesehatan-pada-penderita-skizofrenia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 08:27:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Askep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cupu.web.id/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[Health Education pada penderita Skizofrenia yaitu sebagai berikut :
1.    Ajarkan pada keluarga tentang skizofrenia :

 Skizofrenia adalah gangguan otak yang memengaruhi semua aspek fungsional.


 Tidak ada penyebab tunggal yang telah ditetapkan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya, antara lain genetika, perubahan struktur dan kimia otak, serta berbagai faktor yang berkaitan dengan stres.


 Gejala-gejalanya dapat mencakup mendengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Health Education pada penderita Skizofrenia yaitu sebagai berikut :</p>
<p>1.    Ajarkan pada keluarga tentang skizofrenia :</p>
<ul>
<li> Skizofrenia adalah gangguan otak yang memengaruhi semua aspek fungsional.</li>
</ul>
<ul>
<li> Tidak ada penyebab tunggal yang telah ditetapkan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya, antara lain genetika, perubahan struktur dan kimia otak, serta berbagai faktor yang berkaitan dengan stres.</li>
</ul>
<ul>
<li> Gejala-gejalanya dapat mencakup mendengar suara-suara (halusinasi), keyakinan yang keliru (waham), berkomunikasi dengan cara yang sulit dipahami, serta fungsi okupasi dan sosial yang buruk.</li>
</ul>
<ul>
<li>Gejala-gejala dapat membaik, tetapi dapat juga kambuh terus seumur hidup. <span id="more-950"></span></li>
</ul>
<p>2.    Ajarkan pada keluarga tentang :</p>
<ul>
<li>Obat-obatan antipsikotik yang digunakan; penting bagi klien untuk meminumnya sesuai resep.</li>
</ul>
<ul>
<li>Efek samping yang banyak terjadi dan dapat diatasi bila segera dilaporkan ke penyedia layanan kesehatan. (Berikan informasi spesifik mengenai obat klien).</li>
</ul>
<ul>
<li>Menindaklanjuti perawatan dengan ahli terapi atau manajer perawatan merupakan hal yang sangat penting.</li>
</ul>
<p>3.    Ajarkan pada keluarga tentang cara-cara mengatasi gejala klien :</p>
<ul>
<li> Identifikasi berbagai kejadian yang secara tipikal mengecewakan klien dan memberikan bantuan ekstra sesuai kebutuhan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Catat kapan klien menjadi marah dan lakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi ansietas.</li>
</ul>
<ul>
<li>Tindakan untuk mengurangi ansietas meliputi istirahat, teknik-teknik relaksasi, keseimbangan antara istirahat dan aktivitas, dan diet yang tepat.</li>
</ul>
<ul>
<li> Catat gejala-gejala yang ditunjukkan klien ketika ia sakit, dan bila ini terjadi anjurkan klien untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan (bila ia menolak, Anda harus menghubungi sendiri penyedia layanan kesehatan tersebut).</li>
</ul>
<ul>
<li> Tidak menyetujui pernyataan klien tentang halusinasi atau waham; beri tahu tentang realitas, tetapi jangan berargumentasi dengan klien.</li>
</ul>
<p>4.    Informasi tambahan :</p>
<ul>
<li>Ajarkan kepada keluarga tentang perawatan diri.</li>
</ul>
<ul>
<li> Anjurkan keluarga untuk membicarakan tentang perasaan dan kekhawatiran mereka dengan penyedia layanan kesehatan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Anjurkan keluarga untuk mau mempertimbangkan bergabung dengan kelompok pendukung atau bantuan masyarakat.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cupu.web.id/pendidikan-kesehatan-pada-penderita-skizofrenia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>normalkah feses atau kotoran anda&#8230;?</title>
		<link>http://cupu.web.id/normalkah-feses-atau-kotoran-anda/</link>
		<comments>http://cupu.web.id/normalkah-feses-atau-kotoran-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 05:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anatomi dan Patofisiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cupu.web.id/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[feses adalah sisa makanan yang sudah dicerna dan tidak dapat digunakan oleh tubuh untuk diserap dan digunakan sebagai energi dalam tubuh dan makanan bagi sel-sel tubuh. biasanya feses yang normal berwarna coklat terang sampai coklat gelap. berbagai makanan dan obat-obatan mempengaruhi warna feses seperti berikut ini :

protein daging menghasilkan warna coklat gelap
bayam dan sayuran menghasilkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">feses adalah sisa makanan yang sudah dicerna dan tidak dapat digunakan oleh tubuh untuk diserap dan digunakan sebagai energi dalam tubuh dan makanan bagi sel-sel tubuh. biasanya feses yang normal berwarna coklat terang sampai coklat gelap. berbagai makanan dan obat-obatan mempengaruhi warna feses seperti berikut ini :</p>
<ul>
<li>protein daging menghasilkan warna coklat gelap</li>
<li>bayam dan sayuran menghasilkan warna hijau</li>
<li> wortel dan bit menghasilkan warna  merah kokoa, coklat</li>
<li>barium untuk tes feses menghasilkan warna susu<span id="more-424"></span></li>
</ul>
<p>apa bila ada perubahan pada warna normal feses maka bisa di duga adanya kerusakan pada sistem pencernaan anda seperti warna feses menjadi warna hitam karena ada pendarahan di saluran pencernaan, feses berair atau diare karena ada malabsorsi di usus. oleh karena itu kita harus hati-hati dengan perubahan feses dan apa bila terjadi perubahan pada feses anda harap segera memeriksakan ke dokter. untuk mengetahui warna feses yang tidak normal dapat anda download artikel <strong>feses.doc</strong> <a href=" http://www.ziddu.com/download/4592358/feses.doc.html" target="_self">disini</a></p>
<p>referensi</p>
<p>bruner&amp;sudarth,2002, keperawatan medical bedah,EGC:jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cupu.web.id/normalkah-feses-atau-kotoran-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
