22
Dec

Ketika berusia setahun, ibu suapkan makanan dan mandikan kita….. Cara kita ucapkan terima kasih kepadannya hanyalah dengan menangis sepanjang malam …

Ketika kita berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain, sambil… ibu memanggil… kita ucapkan terima kasih…. dengan lari sambil tertawa terkekeh – kekeh…..

Menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan makanan dengan penuh rasa kasih sayang, kita ucapkan terima kasih dengan menumpahkan makanan ke lantai……

Ketika usia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensil warna, kita ucapkan terima kasih dengan mencoret coret dinding…..

Berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru, kita ucapkan terima kasih dengan bermain ditempat yang becek dan kotor…….

Setelah berusia 6 tahun, ibu menuntun tangan kita ke sekolah, kita ucapkan terima kasih dengan menjerit tidak mau ditinggal…….

Apabila berusia 7 tahun, ibu belikan kita mainan, cara mengucapkan terima kasih kita pecahkan dan kita merusak mainan itu…..

Menjelang usia 8 tahun, ibu belikan es krim, kita ucapkan terima kasih dengan mengotori pakaian ibu ..

Ketika usia 9 tahun, ibu menghantar kita ke sekolah, kita ucapkan terima kasih kepada beliau dengan kenakalan dikelas …

Kita berusia 10 tahun, ibu menghabiskan masa seharian suntuk menemankan kita kemana saja, kita ucapkan terima kasih dengan tidak bertegur sapa dengannya…

Ketika berusia 12 tahun, ibu menyuruh mengerjakan soal dari sekolah, kita ucapkan terima kasih dengan menonton televisi …

Menjelang usia 13 tahun, ibu suruh pakai pakaian yang menutup aurat, kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan memberitahu bahwa pakaian itu tidak sesuai pada zaman sekarang…

Ketika berusia 14 tahun, ibu terpaksa mengencangkan ikat pinggang agar dapat membayar uang sekolah dan asrama atau kos kosan, kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan tidak menulis sepucuk surat pun… padahal beliau sangat was was dan sangat merindukan kita …..

Ketika kita berusia 15 tahun, ibu pulang dari kerja dan rindukan pelukan dan ciuman anaknya, kita ucapkan terima kasih dengan mengunci pintu kamar …

Menjelang usia 18 tahun, ibu menangis gembira ketika beliau mendengar berita bahwa kita telah lulus SMU dan diterima masuk diperguruan tinggi, kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan bersuka ria dengan teman – teman dengan mencoret coret baju …

Ketika berusia 19 tahun, ibu bersusah payah membayar iuran pengajian, biaya sekolah dan biaya biaya lain sambil menghantar ke kampus dan menyeret tas besar ke asrama, kita hanya ucapkan selamat jalan pada ibu di luar asrama karena malu dengan kawan-kawan…

Ketika kita berusia 20 tahun, ibu bertanya pada kita sudah adakah teman istimewa, kita jawab itu bukan urusan ibu..

Setelah berusia 21 tahun, ibu memberikan pandangan mengenai karir kita masa depan kita, dan kita jawab “saya tidak mau jadi seperti itu ibu”…

Ketika berusia 23 tahun, ibu membelikan perabot untuk rumah tangga pada kita, di belakang ibu, kita berkata pada kawan-kawan “perabot pilihan ibuku tidak cantik, aku tidak suka”…

Menjelang usia 24 tahun, ibu bertemu dengan calon menantunya dan menanyakan mengenai perencanaan masa depan rumah tangga kita, kita jawab dengan pandangan tak sedap dan merengut……

Ketika kita berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menaggung biaya pesta pernikahan kita, dan ibu kita menangis seraya berkata betapa ibu sangat mencintai dan sangat sayang pada kita, tetapi kita ucapkan terima kasih kepadanya dengan pindah jauh…

Pada usia 30 tahun, ibu menelepon memberikan nasihat dan nasehat mengenai penjagaan bayi kita, kita dengan bangga berkata “itu dulu, sekarang zaman modern …”

Ketika berusia 40 tahun, ibu menelepon mengingatkan mengenai kenduri persta kampung, kita berkata “Kami sibuk, tidak ada waktu untuk menghadiri…”

Apabila usia kita sudah 50 tahun, ibu jatuh sakit dan meminta kita menjaganya, kita mengucapkan terimakasih dengan bercerita mengenai kesibukan dan kisah – kisah yang seolah olah ibu bapa kita yang menjadi beban bagi anak-anaknya…

Dan kemudian … suatu hari, kita mendapat berita ibu meninggal dunia! kabar itu bagaikan petir disiang hari…!! dalam lelehan air mata, barulah kita sadar segala perbuatan kita terhadap ibu kita…..

Dalam bahagianya seorang Ibu sang buah hati menjadi raja
Dalam sedihnya seorang ibu sang buah hati menjadi semangatnya
Di tiap gerak & langkahnya hanya demi senyum buah hatinya
Sedari di rahimnya sampai dewasa buah hati selalu ada dalam doanya

Mama, bunda, umi, emak apapun panggilan cinta kami utkmu
terima kasih utk setiap tetes air susu mu, utk setiap rangkaian doamu,
utk setiap belai kasih sayangmu & utk semua yang kau berikan utk buah hatimu.
Beri kami kesempatan utk membalas semua jasamu yang tak akan pernah mampu kami balas

SELAMAT HARI IBU untuk semua para ibu dan calon ibu yang ada di seluruh dunia

sumber: milist extensionif2008

Category: Perjalanan Hidup
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled