keseleo apaantuh…? keseleo atau bahasa kerennya dalam dunia kesehatan Sprain yaitu ligamen (berkas liat seperti karet yang melekat pada tulang-tulang dan
dan mengikat persendian pada tempatnya) pada lutut, pergelangan kaki atau siku, terlalu diregangkan secara mendadak sehingga ada serat-serat yang putus ataupun robek. Sprain sering terjadi pada otot atau urat sendi yang meregang secara mendadak ataupun keadaan duduk yang tidak berubah terus-menerus hingga menyebabkan otot menjadi kaku, bila kita menggerakkannya tidak hati-hati maka akan keseleo. Bila kita mengalami sprain akan sangat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari. Hal ini dapat terjadi karena jatuh atau terpeleset, berlari, angkat barbel, kecelakaan, kesalahan gerak badan yang menyentak, sehingga persendian bergerak melebihi radius gerak normal. tanda dan gejalanya yaitu :
- Nyeri
- Bengkak
- Memar
Tidak stabil dan hilangnya kemampuan untuk menggerakkan sendi.
kenapa sprain/keseleo jangan di pijat….? Secara medis pijat sangat tidak dapat dibenarkan. Terkilir adalah suatu cedera yang melibatkan proses peradangan, yang disertai robekan pembuluh darah dan bahkan yang lebih berat lagi dapat disertai fraktur atau robekan ligamen yang lebih besar. Manipulasi/memijat bagian yang cedera akan memperparah karena mencegah pembuluh darah yang robek yang harusnya secara normal akan “menutup” (sebagai respon alami tubuh), dan mengakibatkan proses penyembuhan dan pertumbuhan pada bagian keseleo tidak sempurna misalnya tangan yang mengalami keseleo menjadi lebih besar daripada yang normal tetapi tergantung keparahan keseleonya.
Bagaimana perawatan jika keseleo yang benar….? Perawatan keseleo yang benar di kenal dengan intervensi RICE
1. REST
Periode perawatan kritis dilakukan selama 24–48 jam pertama setelah terjadinya injury dan klien perlu membatasi atau mengurangi aktivitas dan mengistirahatkan bagian tubuh yang keseleo. Gunakan bagian tubuh yang mengalami luka secara bertahap sesuai dengan toleransi, dengan mencoba menghindari aktivitas apapun yang dapat menyebabkan nyeri.
2. ICE
Selama 48 jam pertama setelah injury, kompres es diberikan selama 15-20 menit setiap 3–4 jam, biarkan temperature kulit kembali normal sebelum kembali memberikan kompres es. Bungkus es dengan handuk tipis demi kenyamanan klien. Jangan memberikan kompres es lebih dari 20 menit karena dapat mengganggu sirkulasi darah dan menyebabkan kerusakan jaringan. Pemberian kompres dingin/es akan “menyempitkan” pembuluh darah yg melebar sehingga mengurangi nyeri dan edema(bengkak).
3. COMPRESSION
Daerah yang sakit dibalut dengan balutan kompresi elastic untuk meminimalkan efusi, menyangga daerah tersebut, dan memberikan rasa nyaman. Balut area yang mengalami injury dengan menambahkan balutan pada daerah sekitar injury, kurang-lebih 1,5 kali lebar balutan. Balutan dilakukan dengan arah dari daerah yang paling jauh dari jantung ke arah jantung. Balutannya harus rapi dan pas, tetapi tidak boleh terlalu ketat dan menjerat karena akan mengganggu sirkulasi darah pada ekstremitas Pemantauan status neurovaskuler ekstremitas merupakan fungsi keperawatan yang sangat penting.
4. ELEVATION
Ekstremitas yang mengalami cedera ditinggikan sampai setinggi jantung untuk mengontrol pembengkakan dan memungkinkan istirahat. Tinggikan pada malam hari dengan meletakkan bantal di bawah daerah injury.



Recent Comments