Osteoporosis merupakan penyakit tersamar yang sering tidak memberikan gejala dan tidak diketahui sampai terjadinya fraktur/patah tulang. Dua factor utama penyebab osteoporosis adalah puncak masa tulang dan laju kehilangan masa tulang, kedua factor ini di pengaruhi oleh genetic dan factor lingkungan. Mereka yang sudah menderita penyakit osteoporosis mempunyai harapan kecil untuk dapat di sembuhkan maka perhatian lebih banyak di berikan kepada pencegahan, dan karenanya juga perhatian lebih banyak di curahkan terhadap penggunaan teknik-tekni klinis, fisik, biokimiawi.
Gejala-gejala
Penyakit osteoporosis sulit untuk di deteksi karena proses kepadatan tulang berkurang secara perlahan dan berlangsung secara progresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa di sertai adanya gejala. Gejala-gejala baru timbul pada tahap osteoporosis lanjut seperti
- patah tulang
- Punggung yang semakin memburuk
- hilangnya tinggi badan
- nyeri punggung
faktor-faktor yang menyebabkan osteoporosis yaitu jenis kelamin wanita>pria, usia >45, Suku orang kulit putih >orang kulit hitam, Genetik, menopause, konsumsi obat-oabatan.
* satu diantara tiga wanita diatas 50 tahun dan satu diantara lima pria di atas 50 tahun menderita osteoporosis
* penderita osteoporosis di eropa, jepang, amerika 75 penduduk dan china 84 juta penduduk
* satu dari tiga perempun dan satu dari lima pria di indonesia terserang osteoporosis atau keretakan tulang (yayasan osteoporosis internasional)
* prevalensi osteoporosis untuk umur kurang dari 70 tahun untuk wanita sebanyak 18-36%, sedangkan pria 20-27%, untuk umur diatas 70 tahun untk wanita 53,6% dan pria 38%.
Kopi dapat menyebabkan osteoporosis
Berdasarkan penelitian oleh DR. Robet Heany dab DR. Karen Rafferty dari Creighton university osteoporosis research center di Nebraska yang menemukan hubungan antara minum berkafein dan keroposnya tulang. Hasil penelitiannya yaitu minum minuman berkafein seperti kopi lebih dari tiga cangkir perhari menyebabkan tubuh selalu ingin berkemih (kencing). Sehingga menyebabkan kalsium banyak terbuang bersama air kencing dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang sehingga tulang mengalami keropos. Selain itu kopi bersifat toksin /racun yang menghambat proses pembentukan masa tulang (osteoblas).
referensi
- patofisiologi
- keperawatan bedah Brunner & Sudarth
- medical surgical nursing
- Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem muskuloskeletal



“…minum minuman berkafein seperti kopi lebih dari tiga cangkir perhari menyebabkan tubuh selalu ingin berkemih (kencing). Sehingga menyebabkan kalsium banyak terbuang bersama air kencing dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang sehingga tulang mengalami keropos.”
untung aku cuma segelas per hari…
Alhamdulillah saya tidak begitu suka dengan, lebih milih teh daripada kopi…
heuheu….
aku gag suka minum kupi
karena perut aku gag kuat uy
kena kupi pasti sakit
waduh,,saya suka minum kopi nih mas. gimana nasib saya ya?
syukur deeeeee
ga’ suka minum kopi
Alhamdulillah, aq jarang banget minum kopi…cuma waktu2 tertentu ja, itu juga kalo mepet..contoh, pengen nonton film favourite. kalo gak minum pasti langsung tepaaar….tapi abis minum kopi badan jadi panas, kepala pusing, perut sakit….sengsara dech..hiks
kopi …. enak, enak, enak
untunk aq g suka minum kopi….!!!