anak korban gempa

Saat ini negara tercinta Indonesia sedang mengalami berbagai bencana, beberapa tahun yang lalu mengalami bencana tsunami dan sekarang kita ketahui bersama bencana gempa di Tasikmalaya, Jawa Barat dan Padang Pariaman, Sumatera barat. Dalam bencana tersebut banyak sekali saudara-saudara kita yang kehilangan nyawa, rumah-rumah yang hancur, harta benda hancur dan hilang, selamat tapi kehilangan sanak saudaranya, anak-anak kehilangan orang tuanya dan kehilangan lingkungan untuk bermain dan sekolah untuk belajar. Bencana gempa ini, selain mengakibatkan kecacatan fisik tetapi juga mental, hampir 70%-80% orang yang mengalami peristiwa traumatik gempa akan memunculkan gejala-gejala distress mental yang umum terjadi, seperti ketakutan, gangguan tidur, mimpi buruk, panik, siaga berlebihan, atau berduka. keseluruhan korban bencana yang pada awal mengalami distress mental, hanya sekitar 20%-30% saja yang akan mengalami gangguan jiwa yang bermakna.

Oleh karena itu, gempa akan menyebabkan gangguan jiwa pasca gempa yang disebut juga Post traumatic syndrome  Disorder (PTSD). PTSD adalah sebuah gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya tidak bisa merasakan kedamaian yang diakibatkan oleh suatu kejadian yang mengerikan seperti bencana gempa.Terutama pada anak-anak,  akan selalu teringat dengan peristiwa buruk yang telah dilaluinya, sering menangis dan yang lebih parah adalah sering bermimpi buruk dan jika terus menerus terjadi akan menyebabkan penurunan kualitas hidup mereka. Salah satu efeknya adalah anak akan malas belajar, malas bermain, malas makan dan tidak tertutup kemungkinan akan menyebabkan busung lapar hingga berujung pada kematian.

Dengan demikian, dibutuhkan sebuah terapi untuk mengembalikkan psikologis anak korban gempa, yaitu terapis psikoligis dengan cara mengajak mereka bermain, bernyanyi, menari dan mengajak anak-anak untuk jalan-jalan keluar agar mereka dapat melupakan semua kejadian gempa yang sering membayangi pikiran mereka sehingga dapat meningkatkan motivasi dan semangat hidup dan belajar bagi anak-anak korban gempa bumi. Selain menggunakan terapi psikologis dapat juga menggunakan Hypnotherapy. Hypnotherapy adalah adalah terapi yang dilakukan pada subjek dalam hypnosis. Hypnotherapy sering digunakan untuk memodifikasi perilaku subjek, isi perasaan, sikap, juga keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit sehubungan stress, manajemen rasa sakit, dan perkembangan pribadi. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa hypnotherapy menstimulir otak untuk melepaskan neurotransmiter, zat kimia yang terdapat di otak, encephalin dan endhorphin yang berfungsi untuk meningkatkan mood sehingga dapat merubah penerimaan individu terhadap sakit atau gejala fisik lainnya. Hypnotherapy juga dapat digunakan untuk meningkatkan optimalitas pembelajaran. Berkaitan dengan pembelajaran, hypnotherapy dapat aplikasikan untuk meningkatkan daya ingat, kreativitas, fokus, merubuhkan tembok batasan mental (self limiting mental block) dan lainnya hal ini sangat berguna untuk membangun mental dan psikologis seta untuk melupakan kejadian gempa oleh anak-anak.

sumber

yosep, iyus S.Kp.,MSI.2009.keperawatan jiwa.refika Aditama:Bandung

http://id.wikipedia.org/wiki/Hypnotherapy

Category: Kesehatan
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
10 Responses
  1. Irwan says:

    Penyembuhan traumatic yang dialami anak-anak pasca bencana alam (tidak hanya gempa saja) mungkinmemakan waktu yang cukup lama. Nah bagaimana caranya agar anak-anak tersebut diterapi secara kontinyu, karena biasanya bantuan bencana alam hanya diberikan dalam waktu yang relatif tidak lama.

  2. qirla says:

    yupp bener..
    tp terkadang bantuan yang diberikan cuma bbrapa saat setelah gempa, sbenarnya fase pemulihan mereka kan butuh waktu yang tidak sebentar.

  3. admin says:

    iya benar sekali mungkin ini bisa menjadi perhatian bagi pemerintah bahwa pemberian bantuan bukan hanya beberapa saat setelah gempa tapi juga perlu di perhatikan untuk pemulihan pasca gempa secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

  4. guno says:

    goood job,…!

  5. Wah gempa meman mengakibatkan hal yang besar, bukan cuma saat musibah gempa, tapi juga akibat bencana gempa bagi orang yang selamat tapi kehilangan sanak saudara,
    sangat memprihatinkan ya bencana gempa itu!
    Cara Membuat Blog

  6. IHSAN says:

    berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan mental mereka pakai cara ini bos?

  7. indfyz says:

    lama tu bwt nyembuhin traumanya

  8. postingan yang mencerahkan, semoga menjadi inspirasi para penggiat kemanusiaan dalam mengurangi trauma para korban bencana.

  9. agnie says:

    iaa memang betul karena anak-anak adalah generasi masa depan,
    bagaimana kelanjutan generasi tersebut bila masih dihantui perasaan traumatik atas bencana,
    diperlukan usaha bersama dari pemerintah, LSM terkait, dan pihak-pihak lainnya untuk mengembalikan senyuman mereka..
    karena masa depan indonesia ada di tangan anak-anak.. :)

  10. Hana says:

    Blog ini sangat bermanfaat bagi para pembacanya terutama untuk kalangan mahasiswa keperawatan. Mungkin supaya bisa melengkapi blog ini, bisa dicantumkan pula link yang memuat artikel penelitian atau evidence based practice yang terkait dengan penanggulangan bencana ini. Selamat berkarya, semoga tulisan Anda menjadi inspirasi bagi semua pihak yang membutuhkannya! Bravo Nursing!

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled