Sebaiknya anda berhati-hati dalam membeli jam tangan, terutama yang ber merek dan sudah banyak dipasaran. Jangan sampai anda tergoda hanya karena jam tersebut dijual dengan harga murah dengan brand yang memang sudah anda impikan sejak lama. Dalam hati anda mungkin berpikir “yang penting kan murah” atau “yang penting kan bermerek terkenal”. Anda boleh jadi bangga saat pertama kali menggunakannya, tetapi menyesal di kemudian hari ketika jam tangan yang anda banggakan hanya seumur jagung dan tak mampu lagi berdetak.
Senja mulai datang, tanda dimana mentari akan segera tergantikan oleh sinar rembulan.Pertanda malam mulai menjelma. Remang-remang disinari lampu-lampu kecil kekuatan 5 watt. Sunyi diantara pepohonan pinus menghitam diantara kegelapan. Dingin kabut tebal menusuk persendian, terlihat samar-samar bangunan diseberang telaga.mungkin itulah alasan orang enggan berjalan-jalan di malam hari. Bukit-bukit menjulang tinggi tidak berpenghuni, mengitari perkampungan sunyi sepi di malam hari.
Beberapa orang rekan bertanya mengenai Bisnis Tiket Pesawat. Mereka ingin mengetahui apakah memang menguntungkan bergabung menjadi member Perusahaan tiket pesawat atau menjadi agen? Cara yang paling tepat untuk mengetahui apakah Bisnis Tiket Pesawat benar-benar bermanfaat dan memberikan keuntungan kepada para membernya adalah dengan cara bergabung menjadi member jaringan pemasaran tiket penumpang pesawat terbang ini. Tapi pasti banyak yang masih enggan untuk segera bergabung karena untuk melakukan aktifasi keanggotaan memang dikenakan biaya tergantung dari perusahaan masing-masing. Yang gratis adalah saat melakukan proses registrasi.
Persamaan yang dimiliki oleh Agen Tiket dan pihak maskapai penerbangan dalam menyediakan layanan reservasi / booking tiket penumpang pesawat terbang adalah tiket pesawat terbang menjadi lebih mudah dan lebih cepat diperoleh serta harga tiket yang lebih murah. Ini karena proses pembelian tiket tersebut tanpa melalui rantai distribusi lagi seperti pada pembelian tiket penumpang pesawat terbang dengan cara konvensional. Sedangkan perbedaannya yang mencolok adalah keuntungan dalam memperoleh komisi hasil penjualan tiket. Lalu cara menjadi agen bagaimana?
Umurnya belum genap 10 tahun, tapi keingintahuannya persoalan suksesi atau pemilihan di tingkat RW telah membuatnya bagai seorang pengamat politik independen. Malam ini ada pemilihan ketua RW di lingkungan tempat tinggal Pandu, secara kebetulan dari tiga orang calon ketua RW salah seorang adalah ayahnya.
Sejak bergulirnya kabar akan di gelar pemilihan ketua RW seminggu yang lalu, Pandu seakan tak pernah bosan mencuri dengar para ketua RT, beberapa pengurus RW dan cukup banyak warga serta tetangga yang bertandang ke rumahnya dalam rangka memberi dukungan kepada ayahnya. Tiap malam ada saja orang yang datang ke rumahnya, ngobrol dari selepas Isya hingga larut malam. Secara seksama Pandu mendengarkan pembicaraan orang-orang dewasa itu. Pandu jadi agak memahami perkembangan politik di lingkungan rumah tinggalnya. Pandu jadi ingin tahu lebih dalam tata cara pemilihan dan proses penggantian Ketua RW. Selama ini Pandu menerima pengetahuan seperti itu hanya secara terori di bangku sekolah dalam pelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN).
Pandu secara cermat menggoreskan pena di secarik kertas. Tak dilewatkan sedetik pun matanya, telinganya dari penghitungan suara. Turus demi turus telah tergores. Awalnya tiga calon mendapatkan angka berimbang, namun begitu kertas suara tersisa tinggal setengahnya, satu calon hampir tak mengalami perubahan. Tinggal dua calon yang bersaing cukup ketat angka demi angka berubah secara susul menyusul.
Hati Pandu cukup berdebar-debar saat nama satu calon hampir tak mengalami perubahan, padahal calon yang satunya lagi telah mengalami perubahan hampir lima kali. Barulah hati Pandu agak teratur debarannya, saat nama ketua RW lama yang mencalonkan diri lagi sempat mengalami terhenti perubahan angka. Tapi hal itu tak berlangsung lama ketika perolehan suara sama persis, antara Ketua RW lama dengan satu nama calon yang juga sekretaris RW, sementara sisa kertas suara tinggal satu lembar.
Bukan cuma debaran hati Pandu tak berirama teratur, tapi juga keringat dingin telah membasahi wajahnya. Tangan kecilnya yang masih memegang pena pun menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.Dan ketika panita menyebutkan nama Rohim dengan cukup keras, diikuti suara sorak para pendukung Ketua RW lama, kaki dan tangan serta seluruh tubuh Pandu pun terasa lemas. Pena yang sedari tadi dipegangnya pun terlepas dan jatuh ke tanah. Pandu jadi merasa begitu lelah, ia pun duduk di rerumputan di luar pagar bambu halaman kantor RW , tempat pemilihan.
Suara seorang lelaki yang sangat dikenalnya cukup mengagetkan, Pandu terhenyak dari keterdiamannya. Pandu bangkit dan berjalan mendekati suara panggilan itu.
“Kanapa Ayah kalah ? “ lirih suara Pandu. Tapi suara itu cukup terdengar oleh ayahnya.
“Itu biasa dalam pemilihan , Pandu. Ada yang kalah juga ada yang menang”. Ayah Pandu tersenyum.
“Apakah ayah tidak cukup pantas menggantikan Pak Rohim ?” Pandu menengadah memandangi wajah ayahnya.
“Pandu, ayo kita pulang. Hari sudah cukup malam. Kamu ‘kan harus bangun pagi besok, sholat shubuh dan berangkat sekolah. Besok ‘kan bukan hari libur.”
Pandu serasa enggan untuk beranjak.
“ Ayah, bolehkah Pandu tahu, kenapa ayah kalah dalam pemilihan tadi? “ Pandu seperti merajuk.
“ Boleh, nanti di rumah ayah akan menerangkannya. Sekarang kita pulang, yuk ! Pandu dituntun menuju tempat sepeda motor ayahnya diparkir.
Sepeda motor yang ditunggangi Pandu dan ayahnya menerobos kegelapan malam menelusuri jalan bebatuan menuju rumahnya. Ada yang tersisa di hati Pandu, sebuah pertanyaan; kenapa ayahnya kalah dalam pemilihan RW .
SELESAI
Continue reading “Cerpen Kita : Ketika Ayahku Kalah Dalam Pemilihan Ketua RW” »
Pak Ody seorang mantan Ketua RT di lingkungan saya tinggal, sepeda motornya yang baru lunas belum genap satu bulan telah lenyap digondol maling. Menurut cerita para tetangga , malam itu sekitar pukul sepuluh seperti biasa Pak Ody akan memasukan sepeda motornya ke dalam rumah. Akan tetapi alangkah terkejutnya beliau, ketika dilihatnya sepeda motor yang diparkir di halaman rumahnya telah raib. Padahal sepeda motor itu dalam ke adaan terkunci, baik kunci stang maupun kunci tambahan. Dan yang lebih aneh pula sebelum raibnya sepeda motor itu pintu pagar besi halaman rumah Pak Ody dalam keadaan terkunci pula.Tentu saja setelah kejadian itu keadaan kunci gembok pintu pagar tampak telah dirusak.
Berbagai cerita dan dugaan berkembang sangat cepat. Ada sumber yang mengatakan bahwa sejak sore hari sebelum kejadian sekitar pukul empat terlihat seorang pemuda bertampang sangar dengan menggunakan jaket warna hitam dan anting – anting sebelah tergelayut di telinga sebelah kanan, tampak mondar-mandir di sekitar halaman rumah Pak Ody. Saat itu sepeda motor Pak Ody belum terpakir, karena Pak Ody belum pulang dari kantor.
Cerita lain menyebutkan sekitar pukul sembilan malam ada tiga ABG (istilah orang sekarang yang ditujukan pada anak remaja) semuanya laki-laki, berkendaraan dua sepeda motor secara terburu-buru meskipun tidak sampai ngebut, karena lingkunan tempat saya tinggal adalah gang dan berpenduduk cukup padat.
Dugaan lainnya memperkirakan kalau sepeda motor mantan ketua Rt itu telah masuk dalam target para penggondol. Karena menurut penuturan beberapa orang tetangga, bahwa belakangan ini terlihat seorang pemuda bertopi yang tak dikenal seperti mengamati sesuatu dan mondar- mandir melewati depan halaman rumah Pak Ody.
Pendapat dan usulan setelah kajadian itu pun bermunculan. Misalnya siskamling yang selama ini tak pernah diadakan lagi karena dianggap keadaan telah sangat aman, harus digiatkan kembali. Pembuatan dan pemasangan portal buka tutup setinggi tidak lebih dari lima puluh sentimeter di tiap mulut gang.
Sementara itu keadaan Pak Ody mengalami sedikit perubahan. Jika biasanya pergi ke kantor jam enam lebih sedikit tiap pagi, kini Pak Ody pergi ke kantor selepas sholat shubuh. Waktu tiba di rumah pun mengalami perubahan, yang biasanya menjelang magrib beliau telah sampai di rumah, kini selepas isya barulah tiba.Tapi dari sikap dan keramah-tamahannya tak sedikit pun mengalami perubahan. Selalu menyapa setiap orang yang dikenalnya saat berpapasan jalan atau bertemu di mana pun. Sepertinya kehilangan sepeda motor tidak mengubah sikap prilaku beliau yang memang dikenal ramah dan sedikit humoris itu.
Suatu malam saat siskamling , seorang tetangga bertanya pada Pak Ody soal perasaan beliau saat kehilangan sepeda motor.
‘Kaget tentu saja !’, kata Pak Ody.
Kemudian beliau melanjutkan, “ Ingin marah rasanya, tapi kepada siapa?”
“Ya, sama malingnya , Pak !” kata seorang bapak lainnya yang kemudian disambut dengan tawa oleh bapak-bapak lainnya, “ Ha….ha..ha….”
“ Kalau malam itu saya ketemu malingnya sudah pasti saya beri pelajaran dia ! “, lanjut pak Ody.
“ Matematika atau fisika, Pak?” , pertanyaan liar ini pun disambut tawa pula.
“Ha..ha…ha…”
“ Biar pusing dia !” celetuk dari seorang bapak yang lainnya lagi.
“Yah, pelajaran tinju !”, jawab Pak Ody sekenanya.
“Tapi setelah saya pikir-pikir dan renungkan pasti semua ini ada hikmahnya.” kata Pak Ody.
“ Allah sedang memberi pelajaran yang sangat berharga pada saya. Saya jadi sadar bahwa kita tidak boleh lengah, sehingga kewaspadaan kita turun. Menganggap bahwa tempat dan keadaan sudah aman , padahal para penjahat berkeliaran di sekitar kita.”
Pak Ody melanjutkan lagi: “ Dengan adanya kejadian ini, kita ‘kan bisa lebih akrab karena diadakan siskamling lagi. Tukang las juga dapat rezeki , pembuatan dan pemasangan portal, betul ‘kan ?” , para bapak pun manggut-manggut.
“Dan yang jauh lebih berharga, saya tambah yakin bahwa apa yang kita miliki, sesungguhnya tidak mutlak kita miliki. Semuanya milik Allah semata. Jika Allah menghendaki apa yang kita miliki berpindah tangan, kita tidak dapat menolaknya. Rela atau tidak.” Pada kalimat terakhir intonasi Pak Ody menurun.
“ Mudah-mudahan Allah SWT akan memberikan gantinya yang jauh lebih baik ”, kata seorang bapak yang sejak tadi manggut-manggut.
“Amien…..!” suara bapak-bapak menyambut.
Selesai
Continue reading “Cerpen Kita : Hilangnya Sepeda Motor Mantan Ketua RT” »

